Search
Archives

Perjuangan yang Berbuah Manis

Assalamualaikum Wr.Wb

Cerita ini merupakan cerita inspirasi dari ayahku.
Ayahku pernah bercerita. Beliau berasal dari keluarga yang sangat sederhana dan tinggal disebuah kontrakan di Jakarta. Beliau merupakan anak pertama dari 6 bersaudara.

Dalam meraih keberhasilannya dari sejak kecil beliau mempunyai philosofi fokus dalam pekerjaan (belajar, membantu orang tua, bekerja, dan bersosialisasi) dengan bedasarkan tuntunan agama Islam. Beliau saat menduduki bangku Sekolah Dasar meraih prestasi yang biasa saja, saat menuntut ilmu di SMP meraih prestasi yang cukup membanggakan orang tuanya, di SMA beliau berhasil meraih prestasi dengan menjadi juara se-SMAnya dan karena beliau memiliki prestasi yang baik maka beliau mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mencari jati diri di Perguruan Tinggi Negeri yang termasuk dalam 5 besar PTN yang baik pada saat itu dan Alhamdulillah beliau meraih prestasi yang baik juga disana. Sejak menuntut ilmu di Sekolah Dasar hingga di Perguruan Tinggi, prestasinya meningkat secara perlahan-lahan dan mulai berprestasi yang baik sejak bekerja sebagai peneliti di BPPT sampai mencapai gelar professor riset/ Ahli Peneliti Utama (APU) yang termuda di Indonesia pada umur 36 tahun (jabatan fungsional). Beliau juga berprestasi di jabatan sturktural yaitu menjadi Direktur Litbang di Badan Standarisasi Nasional (BSN) setelah itu beliau menjabat sebagai Asisten Deputi dan Kepala Biro Perencanaan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan saat ini dia menjabat sebagai Deputi Monev. dan Pengembangan Sistim Informasi di LKPP Bappenas.

Kesemuanya itu berkat kerja keras, fokus, ikhlas, jujur, berdoa, tawakal kepada Allah SWT. Tetapi peranan ibuku juga sangat berpengaruh kepada prestasi yang dicapai oleh beliau. Walaupun ibuku bukan seorang karyawati yang menghasilkan uang yang banyak, kebutuhan keluarga kami tercukupi karena ibuku selalu setia mendampingi dan mendoakan beliau dimanapun dia berada baik siang maupun malam.

Dari kisah nyata ini menginspirasikanku bahwa walaupun seseorang anak yang berasal dari keluarga besar yang mempunyai anak banyak dengan hidup sederhana dapat mempunyai kesempatan untuk meraih prestasi yang di cita-citakan. Apabila kita berusaha keras, jujur, fokus, ikhlas, istiqomah, berdoa, dan menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya, yang terakhir jangan lupa juga bahwa ridho orang tua ialah kunci kesuksesan kita.

Terima Kasih

Wassalam Wr. Wb

Kesuksesan di Raih dengan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT

Assalamualikum Wr. Wb

Mulanya sejak aku duduk dibangku Taman Kanak-kanak. Orang tuaku selalu mengajarkan aku ilmu agama yang baik dan benar. Salah satunya adalah dengan cara membaca Al-Qur’an karena merupakan petunjuk yang benar bagi orang-orang bertaqwa dimuka bumi ini dan akan mendapatkan surga dunia dan akhirat.
Inspirasiku timbul ketika ibuku menghatamkan Al-Qur’an pada saat ayahku hendak dipromosikan menjadi Direktur BSN. Dengan kandidat yang banyak, akhirnya ayahku yang mendapatkan posisi tersebut. Akhirnya aku semakin yakin dengan membaca Al-Qur’an segala permohonan kita yang baik InsyaAllah dikabulkan Allah SWT.
Sejak aku duduk dikelas IV SD, aku hatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan. Sampai saat ini Alhamdulillah sudah 9 kali aku hatamkan Al-Qur’an. Nyatanya cita-citaku ingin melanjutkan sekolah ke IPB ( Institut Pertanian Bogor) jurusan Ilmu Gizi menjadi kenyataan.
Dan yang lebih membahagiakan lagi di usiaku yang masih 18 tahun, aku mendapatkan kesempatan mengunjungi Baitullah Ka’bah di Mekkah Al-Mukaromah serta dapat berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Madinah Al-Munawaroh pada hari 10 terakhir di bulan Ramadhan. InsyaAllah dapat merayakan Iedul Fitri di Masjidil Aqso. Sujud syukur ku panjatkan kepada Allah SWT , Alhamdulillah ternyata apa yang ada didalam isi Al-Qur’an dapat aku lihat dengan nyata seperti kuburan para Nabi yang ada di Jerusalem yaitu Nabi Ibrahim AS, Nabi Daud AS. Tempat kelahiran Nabi Isa AS, Nabi Yusuf AS. Di Yordania dapat melihat sejarah Nabi Luth AS dan dapat melihat Gua Al-Kahfi seperti yang kubaca di Al-Qur’an surat Al-Kahfi. Selanjutnya InsyaAllah dapat melihat salah satu keajaiban dunia Piramid yang ada di Mesir dan Mumi Fir’aun. Bukan itu saja, keajaiban dunia lainnya, seperti Great Wall (tembok China) di RRC sudah aku naiki sampai pos 2, pada saat usiaku berusia 16 tahun. Selain itu sudah ku injakan kaki ku ke Benua Australia dengan melihat keindahan Brisbane, Melbourne, Sydney, di usia 14 tahun. Sebelum aku masuk kuliah di IPB, Allah SWT memberikan kesempatan melihat negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapore.
Begitulah ibuku menerangkan padaku, barang siapa yang rajin membaca Al-Qur’an, Allah akan memberikan kesempatan untuk memperlihatkan segala ciptaan-Nya yang ada di muka bumi ini. InsyaAllah Benua Amerika dan Benua Eropa kelak akan dapat aku kunjungi jika Allah menghendaki. Walaupun aku sudah berada di Benua Eropa pada saat didalam kandungan ibu ku, tetapi aku belum dapat menghirup udara dingin disana.
Kepada teman-teman sekalian yang membaca cerita inspirasi ini, gemarlah membaca Al-Qur’an. Karena Allah akan memberikan segala kemudahan, kesenangan, kebahagiaan dunia maupun akhirat dengan segala mukjizatnya yang tidak terduga-duga.

Terima Kasih.

Wassalam.